Langsung ke konten utama

Menggali Ide didalam Relung-Relung Bawah Sadar

Dalam pencarian sebuah ide untuk membuat sesuatu yang baru perlu sebuah nubuat berupa ide. Proses kreatifitas yang akan dibuat sehingga bersinergi dan membentuk rangkaian berupa inovasi yang memberikan manfaat. Tentunya antara kreatif dan inovatif itu berbeda pula, jika kreatif kita maknai dengan menciptakan sesuatu yang baru maka akan muda sekali kreatifitas itu diadakan akan tetapi kreatifitas yang tidak membuat sebuah manfaat juga malah menjadi mudhorot, contohnya anak kecil yang mencoret-coret tembok ruang tamu, tentu itu proses kreatifkan?? Ide harusnya bertransformasi berkali-kali dari sebuah gagasan yang dieksekusi dengan tindakan dan menghasilkan kreatifitas, tapi itu kurang. Selagi gagasan ini belum dieksekusi harus dipikirkan lebih lanjut, apakah setelah dilakukan akan menjadi sebuah manfaat atau tidaknya juga. Karena ide yang memberikan manfaatlah yang akan menghasilkan dan mencerahkan, itulah transformasi gagasan ke kreatif dan akhirnya inovatif. Seperti halnya makanan, makanan itu halal saja atau makanan itu halalan toyiban.

Ide, ini adalah salah satu harta karun yang manusia miliki karena tidak akan ada bohlam dari Thomas Alva Edison dan tanpa adanya ide dari Nicolas Tesla tidak akan pernah ada nyala lampu dari arus listrik. Begitulah ide, menjadi sebuah pembaharuan dalam kehidupan manusia yang selalu terdorong untuk mencari cara bagaimana memudahkan sesuatu yang rumit, menyederhanakan sesuatu yang kompleks.
Ide digali dari proses berpikir, proses menanyakan, dan tentu saja dialektika yang terjadi pada diri kita dan lingkungan sekitar, jika kita mau sedikit saja berdiam sejenak untuk berpikir maka ide akan keluar dengan sendirinya tentunya ide akan keluar tegantung seberapa dekat anda dengan Sang Pemilik Ide, karena akan sangat kongruen jika kita dan Sang Pemilik Ide singkron secara hati maupun pikiran. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amorfati tanpa ego fatum.

Berjalan menjalani kehidupan yang meliuk-liuk ini begitu melelahkan, kaki ini capek melangkah, tangan ini lelah menahan beban yang dibawa, punggung ini akankah tetap mampu menahan hantaman kehidupan, pikiran ini bergelayut terbang ke dunia angan yang tak bertepi dan tak berjurang, ingin rasanya jatuh saja kedalam lorong hitam gelap agar ku tak perlu repot dengan ini semua, hati ini berkecambuk resah gundah gulana. Gravitasi seakan semakin kuat menarik kita untuk jatuh tersungkur mencium bumi yang mulai tandus ini. Tapi apakah ini kan menjadi akhir dari dialektika panjang kehidupan yang dimulai sejak ruh   itu ditiupkan dalam rahim ibunda. Tentulah bukan, ini adalah indahnya kehidupan yang penuh nilai estetika. Hidup ini setelah jatuh bukanlah harus terus tersungkur dan menyerah tanpa harap untuk bisa bangkit lagi, karena kesucian dalam kehidupan bukanlah menyerah tanpa harap tapi bangkit lagi dengan penuh kepasrahan kepada Allah SWT dan penuh harap padaNYA hanya padaNYA.  ...

Sabrang Mowo Damar Panuluh

Semacam ada rasa canggung saat pertama kali meletakkan 10 jari ini pada keyboard, didalam pikiran terdapat banyak   sekali kata yang saling berebut untuk minta diketik pada Microsoft word, mereka saling berjubel diujung-ujung neuron (sel-sel saraf) seperti rakyat kita kala antri untuk beras murah dari pemerintah. Bahkan dari huruf yang membentuk kata, dari kata yang membentuk kalimat serta kalimat yang terangkai dalam bingkai panjang paragraph pun ada, mereka berdesak-desakan ingin keluar dari pikiran untuk ditulis dalam bentuk nyata berupa deretan huruf yang bisa dibaca. Bahkan mereka berteriak dalam imaji ku “keluarkan kami, keluarkan kami, kami bosan berada dalam pikiran mu, tolong keluarkan kami, lahirkan kami sebagai hal nyata yang bisa dibaca”, teriak salah satu kalimat dalam imaji tadi. Begitu gaduhnya pikiran ini hingga penulis yang dulunya sangat sabar dalam meredam mereka untuk keluar (karena malas nulis) akhirnya tak tahan lagi hingga terwujudlah kombi...

Sayap Kebebasan

Kebebasan mempunyai banyak makna dan arti, karena disetiap manusia mempunyai angan, persepsi, argumentasi yang berbeda yang telah terbentuk dalam diri mereka karena pengalaman yang telah mereka lalui, dari bacaan yang mereka mengerti. Disini kebebasan itu adalah sebuah karunia atau sebuah tujuan yang harus dicapai untuk mencapai tujuan yang lain. Karena saat diri kita terkekang, kita harus tahu cara menikmati kekangan itu hingga akhirnya yang awalnya kekangan menjadikan jalan untuk kebebasan.  Prinsip utama dalam kebebasan adalah tahu dimana itu batasan. Menjadi manusia yang bebas tetapi tidak tahu batas juga akan merenggut kebebasan orang lain. Prinsip dasar dari kebebasan yang dibahas adalah terbebas dari diskriminasi, penyempitan pemikiran yang membuat buta akan sesuatu, doktrin yang membelenggu pikiran dan hati, keadaan dimana kita harus benar-benar mampu bertahan dalam setiap kondisi yang ada. Sayap kebebasan adalah sebuah ide untuk kita mencapai tujuan kita dengan...