Lelaki memiliki sejuta pikiran yang tidak mungkin diluapkan pada realita, karena dia paham realita akan menolak bahkan menabraknya. Bergelut dalam kesendirian, merenung dalam gelap malam menjadi stress realease terbaik. Lelaki tidak peduli hujatan, makian bahkan tuduhan yang seharusnya tidak dia lakukan. Bukan karena matinya perasaan, bukan karena matinya nalar, tapi lebih pada jalan terbaik untuk menghindari pertarungan argumentasi. Lelaki yang sudah lelah hanya akan memilih menepi, menyendiri, tanpa satu katapun keluar dari mulutnya, karena pergolakan sedang terjadi dalam medan pikiran. Dan seperti itulah lelaki, menghadapi apapun tetap tegak, bertarung dengan segala kondisi yang ada, tanpa takut apakah dia akan terluka, karena dia sadar lebih baik terluka daripada lunglai dihantam kenyataan. Lelaki oh lelaki, sendiri melawan dunia yang sewaktu-waktu menggulung mu hingga tiada raga, pikiran dan daya juangmu menghilang, menyeret mu dalam ombak, mengoyak mu bagai...
Kebebasan finansial sering digaungkan oleh banyak motivator keuangan yang dimana mereka membuka kelas belajar. Yes, mereka membuka kelas belajar untuk kebebasan mereka sendiri dan tidak untuk anda. Anda hanya diberikan impian, harapan, motivasi yang palsu agar didalam otak anda tercipta sebuah visi baru dalam kehidupan. Kebebasan finansial itu MITOS. Sangat mitos bagi mereka yang berangkat dari garis ekonomi miskin Sampai sederhana. Kebebasan finansial soal itu sering dihitung dari seberapa banyak uang yang berputar dan terus menghasilkan lalu dipotong biaya hidup. Jika surplus maka itu sudah dikatakan bebas finansial dan sebaliknya. What the fuck dude, didalam hidup kita itu harus terus berupaya dan bergerak aktif, entah hitungan mu itu surplus atau minus. Ilusi kebebasan finansial sangat sesat jika dimakan mentah-mentah. Contoh ada influence mengatakan, oke kamu harus belajar ini itu tentang crypto, Saham, atau apakah instrumen investasi lainnya lalu jika kamu bisa menemukan hid...