Langsung ke konten utama

Postingan

Delusi Struktural

Mungkin sedikit berpikir agak mendalam mengenai ini, akan tetapi harus aku tuangkan dalam sebuah tulisan yang bisa mewakili gelisah pikiran ku mengenai hal ini. Tulisan ini termotivasi mengenai bagaimana kita mengambil sudut pandang dari sebuah masalah yang terjadi. Kejadian itu terjadi beberapa hari atau mungkin minggu yang lalu, sebuah kegagalan pemahaman yang diambil dari satu pihak dan begitu menghakimi bahkan hingga sebuah pembelaan dari terdakwa pun tidak akan diperbolehkan. Sebuah pemandangan yang memang acapkali ditemui dimasyarakat dan lingkungan sosial. Banyak pribadi beranggapan bahwa dia selalu benar dalam setiap masalah dan merasa paling tahu bahkan berkeyakinan dia pintar, terkadang merasa ataupun berpikir yang lain hanya boleh mengikuti kehendak idenya yang dituangkan, apapun yang berkaitan dan support tentang daya idenya adalah teman yang harus dilindungi dan dijaga selama pendapatnya se-iya se-kata, akan tetapi jika pandangannya berbeda dan bertolak belakang apa mau ...

Buku sebagai investasi masa depan

      Membeli dan membaca buku menjadi aktifitas yang mulai addict bagi ku, karena dalam kerangka berpikir ku mengumpulkan buku merupakan hal yang asyik apalagi bisa membaca semua buku yang dibeli. Ini adalah investasi masa depan bagi ku, mengapa disebut investasi? ya karena memang buku itu memiliki banyak nilai manfaat yang terdapat didalamnya. Betapa terasa telat bagi ku dalam kegiatan membaca buku, kemana saja masa-masa teenager ku yang terbuang begitu saja dengan main game dan main internet yang itu pun juga cuma buat "melarikan diri" dari kerjaan yang ada di rumah. Tapi buat apa disesali masa lalu, perlu disyukuri dan diperbaiki untuk saat ini demi masa depan yang masih suci itu.      Adapun nilai manfaat yang aku katakan tadi ada beberapa titik nilai manfaat. 1. Nilai Manfaat Material Buku merupakan barang yang bisa memiliki nilai jual, jika buku yang mempunyai kualitas yang baik maka akan menjadi barang carian dimasa depan terleb...

Satire ku

C eritanya kali ini aku mau membuat tulisan yang bernada satire, tau satire kan. Yupps udah ketemu di KBBI, singkatnya satire itu tulisan dengan nada ejekan begitulah. Wah rada rese juga ya kali ini tulisan ku. Bukan maksud meresi atau apa cuma panggilan hati saja untuk menuliskan ini. Hahaha :V Banyak sekali keadaan yang membuatku menjadi lebih menganalisa dan berpikir ulang berkali-kali untuk menemukan jawabannya. Tentunya sudah ku temukan jawaban yang bijak untuk setiap pertanyaan yang ku lontarkan pada itu, tetapi kali ini bukan pernyataan yang bijak itu yang hendak ditulis tetapi pernyataan lain yang bernada satire, pedas layaknya cabe keriting kering. Tadinya mau aku tulis bernada satire, pedas layaknya cabe jalapeno tapi aku belum pernah merasakannya jadi tak usahlah menipu diri sendiri (Intermezzo).                 Yang pertama atau mungkin pembahasan awal tapi tak menutup kemungkinan ini bisa awa...

Manusia membutuhkan batasan.

     Dalam kehidupan masyarakat kini yang begitu memuja "kekinian" atau modern dan gaya hidup yang begitu bebas bahkan kalo bisa bebas tanpa batas. Akankah ini menjadiakan tatanan yang bisa tertata dengan baik?? karena prinsip-prinsip kebebasan yang tidak ada batasnya hanya akan merusak dan begitu destruktif. Manusia butuh batas-batas didalam hidupnya, karena manusia adalah mahluk Tuhan yang diberikan free will (kehendak bebas) dimuka bumi ini yang menjadikan manusia lebih unggul dari mahluk yang lain. Karena free will ini manusia bertanggung jawab atas apa tindakan yang mereka perbuat terhadap sesama, alam semesta bahkan kepada Tuhan.      Tetap saja manusia akan tetap kemali kepada fitrah mereka yaitu kecenderungan mencari sandaran, kecenderungan untuk menyerahkan beban yang mereka tanggung pada sesuatu. Ketergantungan inilah yang menjadikan kita selalu butuh aturan yang mampu mengendalikan hasrat yang tidak terkendali dari sebuah manusia, y...

Amorfati tanpa ego fatum.

Berjalan menjalani kehidupan yang meliuk-liuk ini begitu melelahkan, kaki ini capek melangkah, tangan ini lelah menahan beban yang dibawa, punggung ini akankah tetap mampu menahan hantaman kehidupan, pikiran ini bergelayut terbang ke dunia angan yang tak bertepi dan tak berjurang, ingin rasanya jatuh saja kedalam lorong hitam gelap agar ku tak perlu repot dengan ini semua, hati ini berkecambuk resah gundah gulana. Gravitasi seakan semakin kuat menarik kita untuk jatuh tersungkur mencium bumi yang mulai tandus ini. Tapi apakah ini kan menjadi akhir dari dialektika panjang kehidupan yang dimulai sejak ruh   itu ditiupkan dalam rahim ibunda. Tentulah bukan, ini adalah indahnya kehidupan yang penuh nilai estetika. Hidup ini setelah jatuh bukanlah harus terus tersungkur dan menyerah tanpa harap untuk bisa bangkit lagi, karena kesucian dalam kehidupan bukanlah menyerah tanpa harap tapi bangkit lagi dengan penuh kepasrahan kepada Allah SWT dan penuh harap padaNYA hanya padaNYA.  ...

Menanam generasi baru

Jaman yang sudah memang serba tidak karuan ini membuat kita merasa putus asa dengan keadaan yang terjadi, kita tengok birokrasi dari atas sampai jajaran paling bawah di desa-desa pun mengalami dekadensi mental yang akut dengan dimulai dengan pemudaran budaya yang selama ini diwariskan. Budaya merupakan warisan leluhur yang tercipta dari keluhuran budi nenek moyang kita, berbagai aspek kehidupan haruslah mempunyai budaya yang mengajarkan keberadaban hingga muncullah sebuah peradaban. Dengan mulai tergerusnya budaya dari jati diri bangsanya maka hilang pula “rumah” bangsa tersebut. Jati diri sebuah bangsa sangatlah penting untuk ditemukan kembali dan disemai (lagi) agar bisa kita untuk bangkit dari kemerosotan ahlak dan pikiran di jaman yang memang benar-benar sudah tidak tahu apa itu batas. Kita digilakan dengan prinsip hidup bebas dan merdeka, akan tetapi bebas dan merdeka dari apa dulu. Banyak terjadi konotasi-konotasi yang menimbulkan sangkaan-sangkaan baru yang berakibat pad...

Membaca bagian dari hidup ku

             Iqro' "bacalah" kita semua tahu bahwa ayat pertama yang turun dari kitab suci (Islam) adalah membaca, ini merupakan rahasia umum yang jarang sekali dikaji dan diperbincangkan oleh masyarakat. Pun ditinjau dari bahasa, Al Qur'an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a - yaqra'u - qur'anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Membaca disini tentunya mempunyai arti yang tersurat dan tersirat, arti yang tersurat bisa ditelaah memang artinya manusia itu diperintahkan untuk membaca, membaca tulisan yang tertulis dimanapun, karena setelah membaca ada baiknya tidak hanya dibaca saja tetapi dipahami maksud dari apa yang telah dibaca tadi agar pengetahuan yang didapatkan dari membaca bisa bertransformasi menjadi ilmu. Arti tersiratnya bisa dipahami bahwa membaca itu bukanlah hanya membaca tulisan saja tetapi juga membaca situasi dan kondisi yang te...