Lelaki memiliki sejuta pikiran yang tidak mungkin diluapkan pada realita, karena dia paham realita akan menolak bahkan menabraknya. Bergelut dalam kesendirian, merenung dalam gelap malam menjadi stress realease terbaik. Lelaki tidak peduli hujatan, makian bahkan tuduhan yang seharusnya tidak dia lakukan. Bukan karena matinya perasaan, bukan karena matinya nalar, tapi lebih pada jalan terbaik untuk menghindari pertarungan argumentasi. Lelaki yang sudah lelah hanya akan memilih menepi, menyendiri, tanpa satu katapun keluar dari mulutnya, karena pergolakan sedang terjadi dalam medan pikiran. Dan seperti itulah lelaki, menghadapi apapun tetap tegak, bertarung dengan segala kondisi yang ada, tanpa takut apakah dia akan terluka, karena dia sadar lebih baik terluka daripada lunglai dihantam kenyataan. Lelaki oh lelaki, sendiri melawan dunia yang sewaktu-waktu menggulung mu hingga tiada raga, pikiran dan daya juangmu menghilang, menyeret mu dalam ombak, mengoyak mu bagai...
Berbagi isi hati dan isi dalam pikiran.