Langsung ke konten utama

Memasuki Semesta Blockchain

Semesta Blockchain adalah masa depan, dimana kita akan melihat transparansi data yang luar biasa, dimana semua tercatat dalam buku besar atau ledger. Tentunya akan sangat berguna untuk pencatatan aset penting dimasa yang akan datang saat pengetahuan ini sudah menyebar luas pada masyarakat, dulu kita menyimpan data kita pada kaset, disket, hingga saat ini sampai kepada Flashdisk, Portable Hard Disk atau sejenisnya dan disaat tulisan ini dibuat banyak orang yang sudah menyimpan data mereka pada Cloud. Nah di masa depan penyimpanan data adalah Blockchain

Banyak sekali sebenarnya kegunaan Blockchain akan tetapi, pertumbuhan Dunia Blockchain sangat identik dengan istilah Cryptocurrency yaitu Bitcoin (BTC). Tidak hanya Bitcoin, sebenarnya ada banyak sekali coin didunia ini atau yang sering disebut Alternative Coin atau altcoin. Ini merupakan kesempatan besar untuk kita menuju financial freedom jika kita bisa benar-benar memanfaatkan hal ini dengan tepat. 

Link Video yang saya ambil dari YouTube Channel Republik Rupiah ini bisa dijadikan referensi bahwa Blockchain adalah sebuah inevitable thing yang benar-benar sudah ada didepan mata kita.

Kecepatan Dunia maya sudah mencapai kecepatan supersonic siapa yang tidak mempersiapkan dirinya akan ditinggalkan. Kita tahu bersama bahwa Ethereum (ETH) merupakan raja dari berbagai aplikasi berbasis Blockchain di semesta crypto

Dan masih banyak hal lain yang harusnya kita pelajari, belajar dan belajar lagi untuk terus bisa berselancar diombak Dunia virtual yang sangat berdampak dalam Dunia nyata. Bahkan sekarang Dunia baru sudah dibentuk di alam maya, yaitu Metaverse

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amorfati tanpa ego fatum.

Berjalan menjalani kehidupan yang meliuk-liuk ini begitu melelahkan, kaki ini capek melangkah, tangan ini lelah menahan beban yang dibawa, punggung ini akankah tetap mampu menahan hantaman kehidupan, pikiran ini bergelayut terbang ke dunia angan yang tak bertepi dan tak berjurang, ingin rasanya jatuh saja kedalam lorong hitam gelap agar ku tak perlu repot dengan ini semua, hati ini berkecambuk resah gundah gulana. Gravitasi seakan semakin kuat menarik kita untuk jatuh tersungkur mencium bumi yang mulai tandus ini. Tapi apakah ini kan menjadi akhir dari dialektika panjang kehidupan yang dimulai sejak ruh   itu ditiupkan dalam rahim ibunda. Tentulah bukan, ini adalah indahnya kehidupan yang penuh nilai estetika. Hidup ini setelah jatuh bukanlah harus terus tersungkur dan menyerah tanpa harap untuk bisa bangkit lagi, karena kesucian dalam kehidupan bukanlah menyerah tanpa harap tapi bangkit lagi dengan penuh kepasrahan kepada Allah SWT dan penuh harap padaNYA hanya padaNYA.  ...

Sabrang Mowo Damar Panuluh

Semacam ada rasa canggung saat pertama kali meletakkan 10 jari ini pada keyboard, didalam pikiran terdapat banyak   sekali kata yang saling berebut untuk minta diketik pada Microsoft word, mereka saling berjubel diujung-ujung neuron (sel-sel saraf) seperti rakyat kita kala antri untuk beras murah dari pemerintah. Bahkan dari huruf yang membentuk kata, dari kata yang membentuk kalimat serta kalimat yang terangkai dalam bingkai panjang paragraph pun ada, mereka berdesak-desakan ingin keluar dari pikiran untuk ditulis dalam bentuk nyata berupa deretan huruf yang bisa dibaca. Bahkan mereka berteriak dalam imaji ku “keluarkan kami, keluarkan kami, kami bosan berada dalam pikiran mu, tolong keluarkan kami, lahirkan kami sebagai hal nyata yang bisa dibaca”, teriak salah satu kalimat dalam imaji tadi. Begitu gaduhnya pikiran ini hingga penulis yang dulunya sangat sabar dalam meredam mereka untuk keluar (karena malas nulis) akhirnya tak tahan lagi hingga terwujudlah kombi...

Relevansi Madilog di Era Modern

Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) karya Tan Malaka (1943) adalah upaya untuk membangun cara berpikir rasional dan ilmiah dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, prinsip-prinsipnya masih relevan hari ini, terutama dalam menghadapi tantangan seperti:   1. Melawan Hoaks & Dogmatisme   - Logika: Madilog menekankan pentingnya verifikasi fakta dan penalaran sistematis. Di era banjir informasi, pendekatan ini bisa menjadi tameng terhadap hoaks, propaganda, atau narasi yang tidak kritis (misalnya: politik identitas, konspirasi tanpa bukti).    - Contoh: Analisis Madilog mirip dengan critical thinking modern—seperti memeriksa sumber, konsistensi argumen, dan bias tersembunyi.   2. Dialektika untuk Analisis Sosial  - Konflik Dinamis: Dialektika Madilog (tesis-antitesis-sintesis) bisa diterapkan untuk membaca perubahan sosial, seperti:   - Ketimpangan ekonomi vs gerakan kesetaraan.   - Teknologi vs disrups...